Mary Ann Shadd Cary – Activist, Teacher, & Writer – Legends of America

Posted on

Mary Ann Shadd Cary – Activist, Teacher, & Writer – Legends of America

Mary Ann Shadd Cary – Activist, Teacher, & Writer – Legends of America

Mary Ann Shadd Cary adalah sosok luar biasa dalam sejarah Amerika dan Kanada. Ia adalah seorang aktivis, penulis, guru, pengacara, dan jurnalis keturunan Afrika-Amerika yang aktif di pertengahan abad ke-19. Lebih dari itu, ia mencatatkan namanya sebagai wanita kulit hitam pertama yang menjadi penerbit surat kabar di Amerika Serikat dan Kanada, sebuah pencapaian yang luar biasa di masanya.

Awal Kehidupan dan Pendidikan

Mary Ann Shadd lahir pada tanggal 9 Oktober 1823, di Wilmington, Delaware. Ia lahir dalam keluarga yang bebas, sebuah keuntungan yang tidak dimiliki oleh banyak orang Afrika-Amerika pada masa itu. Orang tuanya, Abraham dan Harriet Burton Parnell Shadd, adalah aktivis yang berdedikasi untuk menghapuskan perbudakan dan memperjuangkan hak-hak sipil. Mary Ann adalah anak tertua dari 13 bersaudara, dan ia dibesarkan dengan semangat untuk melawan ketidakadilan.

Ayahnya, Abraham Shadd, adalah seorang pembuat sepatu yang terampil. Namun, lebih dari itu, ia adalah seorang aktivis yang gigih. Karena undang-undang di Delaware melarang pendidikan bagi orang kulit hitam, Abraham memindahkan keluarganya ke West Chester, Pennsylvania, ketika Mary Ann berusia sepuluh tahun. Di kedua tempat tersebut, Abraham aktif sebagai kondektur di Underground Railroad, jaringan rahasia yang membantu para budak melarikan diri ke tempat yang aman. Ia juga terlibat dalam berbagai kegiatan hak-hak sipil lainnya, dan merupakan anggota aktif dari American Anti-Slavery Society.

Mary Ann mendapatkan pendidikan di sebuah sekolah asrama Quaker di Pennsylvania hingga tahun 1839. Pendidikan ini memberikan landasan yang kuat bagi karirnya di masa depan sebagai seorang guru dan penulis.

Aktivisme dan Pendidikan

Pada tahun 1833, Abraham Shadd diangkat sebagai Presiden Konvensi Nasional untuk Peningkatan Orang Kulit Berwarna Bebas di Philadelphia, Pennsylvania. Ini adalah bukti dari dedikasi dan kepemimpinannya dalam gerakan anti-perbudakan.

Setelah menyelesaikan pendidikannya, Mary Ann kembali ke West Chester pada tahun 1840 dan mendirikan sebuah sekolah untuk anak-anak kulit hitam. Ia kemudian juga mengajar di Norristown, Pennsylvania, dan New York City. Pengalaman mengajar ini semakin memantapkan komitmennya untuk memberikan pendidikan kepada semua orang, tanpa memandang ras atau warna kulit.

Pengaruh Fugitive Slave Act dan Migrasi ke Kanada

Pada tahun 1850, Kongres Amerika Serikat mengesahkan Fugitive Slave Act, sebuah undang-undang yang sangat kontroversial yang mencabut hak-hak hukum para budak yang melarikan diri dan memberikan hukuman berat bagi mereka yang membantu mereka. Undang-undang ini memiliki dampak yang besar pada kehidupan banyak orang Afrika-Amerika, termasuk keluarga Shadd.

Tiga tahun kemudian, pada tahun 1853, Abraham Shadd memutuskan untuk memindahkan keluarganya ke Kanada, di mana perbudakan telah dihapuskan. Mereka menetap di North Buxton, Ontario, sebuah komunitas yang berkembang pesat bagi para pengungsi Afrika-Amerika.

Penerbitan The Provincial Freeman

Di Kanada, Mary Ann Shadd terus berjuang untuk kebebasan dan kesetaraan. Pada tahun 1853, ia mendirikan surat kabar anti-perbudakan pertama di Kanada, The Provincial Freeman. Surat kabar ini bertujuan untuk mendorong orang kulit hitam untuk melarikan diri dari Amerika dan mencari kebebasan di Kanada.

Dengan menerbitkan The Provincial Freeman, Mary Ann Shadd menjadi wanita kulit hitam pertama di Amerika Utara yang menjalankan sebuah surat kabar. Ini adalah pencapaian yang luar biasa, mengingat hambatan yang ia hadapi sebagai seorang wanita kulit hitam di abad ke-19. Surat kabar ini menjadi wadah bagi Mary Ann untuk menyuarakan pendapatnya tentang isu-isu penting pada masanya, seperti perbudakan, rasisme, dan hak-hak perempuan. Ia juga membuka sekolah untuk siswa kulit hitam dan putih, menunjukkan komitmennya terhadap pendidikan yang inklusif.

Kehidupan Pribadi dan Keluarga

Pada tahun 1856, Mary Ann Shadd menikah dengan Thomas F. Cary, seorang tukang cukur dari Toronto. Mereka memiliki dua orang anak. Pada tahun 1858, ayahnya, Abraham Shadd, menjadi orang kulit hitam pertama yang terpilih untuk jabatan politik di Kanada ketika ia terpilih sebagai Konselor Kota Raleigh, Ontario.

Tragisnya, pada tahun 1860, suami Mary Ann meninggal dunia.

Kembali ke Amerika Serikat dan Peran dalam Perang Saudara

Pada saat pecahnya Perang Saudara Amerika, Mary Ann Shadd Cary kembali ke Amerika Serikat untuk bergabung dalam perjuangan melawan perbudakan. Ia menjadi Petugas Perekrutan untuk Tentara Union di Indiana. Tugasnya adalah untuk merekrut tentara, termasuk orang Afrika-Amerika, untuk berperang melawan Konfederasi.

Pendidikan Hukum dan Aktivisme Pasca-Perang

Setelah perang berakhir, Mary Ann Shadd Cary pindah ke Washington, D.C., untuk mengajar. Pada tahun 1867, ia mendaftar di program hukum Universitas Howard, di mana ia mengikuti kelas pada malam hari. Pada tahun 1883, pada usia 60 tahun, ia lulus dan menjadi wanita Afrika-Amerika kedua di Amerika Serikat yang memperoleh gelar hukum.

Selama masa ini, ia juga menulis untuk surat kabar Afrika-Amerika lokal, The New National Era. Ia memberikan pidato publik untuk mendorong orang Afrika-Amerika untuk bekerja sama untuk pulih dari era perbudakan. Cary juga merupakan pendiri Asosiasi Progresif Wanita Berwarna.

Perjuangan untuk Hak Pilih Perempuan

Di masa tuanya, Mary Ann Shadd Cary aktif dalam gerakan hak pilih perempuan. Ia adalah anggota dari Asosiasi Hak Pilih Wanita Nasional dan berbicara pada konvensi mereka pada tahun 1878. Ia juga mengadvokasi Amendemen Keempat Belas dan Kelima Belas pada sidang Komite Kehakiman DPR. Amendemen Keempat Belas mendefinisikan kewarganegaraan, dan Amendemen Kelima Belas memberikan hak suara kepada pria Afrika-Amerika. Meskipun Cary berbicara mendukung Amendemen Kelima Belas, ia juga mengkritiknya karena tidak memberikan hak suara kepada perempuan.

Warisan dan Penghormatan

Menjelang akhir hidupnya, Cary tinggal di sebuah rumah deretan batu bata di W Street di Northwest DC. Saat ini, rumah tersebut terdaftar sebagai Landmark Bersejarah Nasional karena membantu kita memahami kehidupan dan karyanya sebagai advokat untuk kesetaraan semua orang.

Mary Ann Shadd Cary meninggal di Washington, D.C., pada tanggal 5 Juni 1893. Ia meninggalkan warisan yang abadi sebagai seorang aktivis, penulis, guru, pengacara, dan jurnalis yang berjuang untuk kebebasan dan kesetaraan. Karyanya telah menginspirasi banyak orang, dan ia akan selalu dikenang sebagai salah satu tokoh paling penting dalam sejarah Amerika dan Kanada.

Referensi:

  • National Park Service – 1
  • National Park Service – 2
  • Wikipedia

Artikel ini telah diperbarui pada bulan Maret 2024.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *